I feel you, Pandji. Bantu Mas Anies!

Ada gelombang empati yang besar ketika saya membaca tulisan Pandji di blog http://pandji.com/pilih/. Karena hampir empat tahun yang lalu saya didudukkan Tuhan di perempatan jalan yang sama. Di perempatan itu, kita yang benci politikus busuk, diminta menjalankan kewajiban membantu teman dan negara ini –dengan satu syarat: harus belajar bekerja sama dengan politisi dan parpol yang bagi kita…

Cara Mengingatkan Pemimpin yang Salah

Rasulullah bersabda, dalam salah satu hadist shahih riwayat al Hakim dalam kitab Mustadrak, “Nanti akan datang pemimpin-pemimpin yang kalian tidak suka beberapa keputusan mereka (karena bertolak belakang dengan hukum Allah) dan kalian suka dengan keputusan yang lainnya. Siapa yang memungkiri dengan hatinya (tidak suka dengan keputusan itu karena Allah melarang keputusan seperti itu), maka dia…

Memori Seorang Kakak Bersepatu Boots

Pernahkah punya seseorang yang selalu datang menyapamu di wall Fb dengan sebuah sapaan yang khas? Saya punya. Pak Haji sering kali mampir menyapa posting saya dengan kalimat ‘Sukses terus my brother …’ Untaian kata yang sama, –berulang, –darinya, sering saya terima ketika saya update tentang diri saya di dinding facebook. Sejarah hidup kami tidak dimulai…

Penyiaran Berita Bohong : Ketika “Sharing is Swearing and Scaring”

*sebaiknya saya mulai dengan mengucapkan Wallahu A’lam Bishawab, terlebih karena ilmu agama saya mah cetek banget. Barusan baca surat An Nur. Saya baru sadar. Ternyata surat An Nur itu dari ayat 2, sudah to the point membahas hukuman -tepatnya hukuman bagi pezina. Menariknya, untuk melindungi perempuan, di Ayat 4-7, Allah SWT menegaskan perlunya syarat yang…

SAYANG BANDUNG, SABAR DAN ILMU IKHLAS

Suatu hari Ustad Aam Amirudin pernah berkata, “Salah satu cara untuk menafsirkan surat Al Ashr adalah dengan melihatnya sebagai kewajiban kita untuk nasihat-menasehati antar sesama manusia dalam kebaikan dan kebenaran. Dengan syarat, jika ingin menasihati manusia lain maka : kira harus punya kesabaran. Tidak mungkin kita bisa menasehati tanpa rasa sabar di hati; hati yang…

SEBURUK BURUK SUARA ADALAH SUARA KELEDAI

Ada satu hal yang menarik ketika saya mendengarkan khutbah Jumat dua hari yang lalu. Khotib bersuara lembut di depan mengajak kita mengamati surat Luqman ayat 19. Sebuah nasihat dari Luqman (seorang ahli hikmah) kepada anaknya: وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ “Sederhanakanlah kamu dalam berjalan (rendahkan hatimu saat berjalan) dan…