Harga Sebuah Kesehatan

Sudah hampir tiga minggu sejak Iki harus masuk ICU karena infeksi bakteri di paru-parunya. Mudah-mudahan tadi malam adalah malam terakhir kita harus menginap di rumah sakit ini. Belasan hari menginap di ruang tunggu ICU bersama keluarga-keluarga yang berjuang mendampingi bagian hidupnya yang sedang kritis, mengingatkan diri saya bahwa banyak hal yang kita kurang hargai dalam…

Sayang, Adab Kita Bernegara Belum Seindah Adab Kita Sholat Berjama’ah

Saat shalat maghrib kemarin, kami –jama’ah yang tidak saling kenal– sepakat mempersilahkan seorang bapak berumur empat puluhan tahun untuk menjadi imam. Dia mengenakan baju yang rapih, terlihat sopan, tenang dan ada sedikit janggut di dagunya. Walau tidak ada jaminan 100%, bahwa pembawaanya ini mencerminkan kemampuannya memimpin menjadi imam. Toh dalam hitungan detik semua jama’ah mundur…

Ketika Sila ke-3 Menjadi Taruhannya

Saya dahulu pernah jadi relawan tim kampanye politik di sebuah kota. Dalam ketegangan musim kampanye, pernah suatu kali kami berdebat keras di dalam kantor salah satu DPD partai politik, karena saya mendapati di meja rapat terdapat beberapa skrip kampanye negatif bergeletakan. Siap untuk disebarkan –menyerang istri petahana yang mengajukan diri menjadi calon walikota. Teman-teman parpol…

Niat Sederhana Yang Dibayar Cash oleh Yang Maha Mendengar

Hari ini kantor saya kedatangan teman-teman baru yang dikenalkan oleh sahabat lama saya, Helmy. Teman-teman ini, Ari dan Dena, rupanya dosen dan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang seminggu lagi akan berangkat ke Lombok untuk memberikan art therapy pada anak-anak korban gempa di sana. Awalnya, semua sederhana saja. Mereka mengajak Torch untuk memberikan…

Umar ibn Abdul Aziz: “Rakyatmu adalah lawanmu di hari kiamat nanti.”

Pandai-pandailah bersikap dalam tahun politik nanti. Jaga lidah dan jemari kita. Jangan sampai ambisi para pemimpin yang mengejar kekuasaan, membawa kita lebih dekat pada kehinaan tempat kembali. Kita bisa belajar sedikit pada segmen pidato politik pertama Umar ibn Abdul Aziz ketika diangkat sebagai khalifah: —– “Beramallah untuk akhirat, niscaya Allah mencukupkan urusan dunia kalian. Perbanyaklah…

Seberapa yakin kita pada niat kita sendiri, Netijen?

Dari semua yang ibu ajarkan ke saya, salah satu pelajaran paling awal yang beliau berikan adalah sebuah kalimat pendek, “Benben tidak boleh berbohong, ya”. Walaupun tampak sederhana, tidak berbohong adalah amalan pasif yang sulit sekali untuk dilakukan. Masih segar dalam ingatan, bagaimana saya yang masih kecil, ngumpet-ngumpet pulang ke rumah, lari masuk ke kamar mandi,…

Hutang yang Jadi Jalan Menuju Kebaikan

Tanpa dibilang haram pun sebenarnya seharusnya semua orang membenci perjanjian riba. Pasti lah… Kalau sudah pernah dibelit hutang atau melihat bagaimana mudahnya manusia ‘mulai bertanduk’ karena terbelit hutang, pasti akan mengerti maksud saya.   Suatu saat pernah salah satu pegawai saya nyaris kehilangan rumah karena tidak bisa membayar uang yang dia pinjam dari bank untuk…

Bertemu Kolonel Tahajud

Ini temen bandel saya jaman SMA. Sesama siswa yg lebih betah di lapangan volleyball daripada di kelas. *saya pernah di-skors gara-gara main volley di jam pelajaran matematika Dulu saya manggil dia: Si Adi. Sekarang resminya Pak Kolonel (Penerbang) Adi. Dia ternyata kolonel termuda di AURI saat ini. Kita berdua ada di tim sepak bola kelas…

Elu Bukan Sumber Rejeki Mereka

Ketika ngeliat foto-foto anak-anak ini, saya jadi inget kata-kata Haji Ali di pesantrennya. Di Pasir Putih lebih dari 15 tahun yang lalu. Waktu muda, jaman pengen nikah tapi keberanian masih kurang, saya pernah curhat ke beliau. “Gimana mau nikah, perusahaan yang baru dibuat malah bangkrut. Mau dikasih makan apa anak-anak saya nanti, Pa Haji?” Ternyata…

Mengaji Sambil Menduduki Jenazah Sahabat

Sebelum kita terbawa emosi dalam perebutan kekuasaan Pilpres tahun depan. Sebelum kita mencaci-maki sesama muslim –yang seharusnya kita cintai. Sebelum orang yang sedang memperbaiki agamanya –kita cap kafir di keningnya. Sebelum kita mengagung-agungkan manusia –yang sebenarnya penuh salah juga seperti kita. Saya memohon saudara-saudara muslimku menonton sedikit pelajaran dari masa lalu ini. —— Sebuah pemandangan…

Supir Taksi, Dokter dan Uang yang Terbang di Amerika

Ini adalah pendapat seorang supir taksi nun jauh di Amerika. Dia berpendapat bahwa tidak ada gunanya membawa harta yang tidak halal ke dalam rumahnya. No… uang tersebut tidak akan betah hidup di keluarganya. Seakan-akan mencari jalan keluar dengan sendirinya. Pasti ada saja alasan yang dipakai uang ini agar bisa terbang keluar dari kandangnya; anaknya cedera…