Niat Sederhana Yang Dibayar Cash oleh Yang Maha Mendengar

Hari ini kantor saya kedatangan teman-teman baru yang dikenalkan oleh sahabat lama saya, Helmy. Teman-teman ini, Ari dan Dena, rupanya dosen dan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang seminggu lagi akan berangkat ke Lombok untuk memberikan art therapy pada anak-anak korban gempa di sana. Awalnya, semua sederhana saja. Mereka mengajak Torch untuk memberikan…

“Elu sih enak, punya masa depan. Lah gue gimana?”

Bulu kuduk saya berdiri bersamaan dengan berdirinya belasan anak-anak STM di sekeliling saya. Berdasarkan pengalaman, jika mereka berdiri bersamaan, artinya saya dalam bahaya. Itu saja yang saya mengerti. Entah apa yang ada di kepala saya siang itu. Melintas blok M mall siang hari bersama lima orang teman saya. Padahal harusnya saya tahu bahwa melintas tempat…

To Read is To Listen

Sebulan terakhir ini ada tiga ‘buku’ yang sedang saya coba baca sampai selesai. Yang satu, The Great of Two Umars, adalah sebuah buku fisik karangan seorang penulis dari Bandung, kelahiran Cianjur –lulusan IAIN Sunan Gunung Jati; Kang Fuad Abdurrahman. Dibaca sedikit-sedikit sebelum tidur. Sekarang tinggal sedikit lagi, satu bab terakhir; meninggalnya Khalifah Umar bin Abdul…

Dear Friends, Pikun itu bukan karena tua.

Di perjalanan kereta menuju Bandung beberapa hari yang lalu, salah seorang sahabat saya mengirimkan sebuah pesan pendek. “Kang Ben, tolongin. Mamah aku sudah tidak bisa ngenalin anaknya lagi. Gimana atuuh? Masih bisa disembuhkan tidak yaaa …”, -lengkap dengan emotikon-emotikon menangis yang menyertainya. Emotikon-emotikon itu juga pernah menjadi ikon perasaan saya lebih dari satu tahun yang…

Seberapa yakin kita pada niat kita sendiri, Netijen?

Dari semua yang ibu ajarkan ke saya, salah satu pelajaran paling awal yang beliau berikan adalah sebuah kalimat pendek, “Benben tidak boleh berbohong, ya”. Walaupun tampak sederhana, tidak berbohong adalah amalan pasif yang sulit sekali untuk dilakukan. Masih segar dalam ingatan, bagaimana saya yang masih kecil, ngumpet-ngumpet pulang ke rumah, lari masuk ke kamar mandi,…

Bertemu Kolonel Tahajud

Ini temen bandel saya jaman SMA. Sesama siswa yg lebih betah di lapangan volleyball daripada di kelas. *saya pernah di-skors gara-gara main volley di jam pelajaran matematika Dulu saya manggil dia: Si Adi. Sekarang resminya Pak Kolonel (Penerbang) Adi. Dia ternyata kolonel termuda di AURI saat ini. Kita berdua ada di tim sepak bola kelas…

Life of a Captain

Saya paling tidak berani menakar-nakar beratnya kehidupan. Karena jalan hidup orang lain bisa jadi jauh lebih berkelok melelahkan daripada jalan hidup saya. Situasi mungkin bisa menjepit seseorang, tetapi lebih pengertian pada orang lain. Takdir mungkin sedang memanjakan kita saat ini, tapi siapa yang bilang takdir akan selalu setia memanjakan kita besok lusa? Intinya, jangan terlalu…

Tips agar mudah diterima booking di Airbnb

Menjadi tuan rumah (host) Airbnb memberikan pengalaman yang sangat membukakan mata bagi saya. Mulai dipanggil Pak, Kang, Mas, Mang dan Say, rasanya pernah saya alami dalam lima bulan ini –terutama ketika berinteraksi dengan konsumen dari Indonesia. Konsumen Indonesia saja? Yes, Indonesia saja. Karena ternyata konsumen dari luar negeri, dari eropa misalnya, cenderung memiliki tata krama…

Cara Paling Mudah (dan murah) Belajar Bahasa Inggris

Sejak Si Sulung Samsam kecil, ada kebiasaan khas yang kita lakukan di rumah. Yaitu melarang anak-anak nonton acara TV berbahasa Indonesia. Acara TV pertama yang mereka kenal harus program pendidikan berbahasa Inggris. Teletubbies, Pocoyo, In the Night Garden dan Magic English adalah acara favorit Samsam kecil. Sakti mah penonton Channel CeeBeeBies dan Disney Junior; Dibo…

Ketika Cita-Cita Ibu Tidak Nyambung dengan Cita-Cita Anaknya

Dulu Ibu mungkin agak ‘gak enak badan’ ketika mendengar kakak saya mengatakan bahwa dirinya ingin jadi pilot. Si sulung Arry, sejak duduk di SD, sudah bulat tekad ingin jadi pilot pesawat terbang. Komik Tanguy and Laverdure yang sering dibelikan oleh bapak, tampaknya punya kesan mendalam untuknya. Dia selalu merasa dirinya harus jadi Tanguy. Karakter pilok…

Adab Mendahului Ilmu

Minggu lalu diajari sesuatu oleh seorang ustadz di Brebes yang dididik sebagai arsitek di Surabaya. Dia arsitek yang unik. Dia bilang bahwa dia tidak bakat jadi arsitek karena tidak pernah tega minta uang jasa pada kliennya. “Adab mendahului Ilmu”, katanya pada saya. “Itu yang selalu ditekankan dalam pendidikan islam di pesantren kami.” Jika ‘Abah’ (sebutan…

Kepala Tetap Harus Lebih Cepat Daripada Jari Kita

Bayangkan ini terjadi pada dirimu. Pegawai kamu yang kemarin tidak masuk kerja tanpa surat izin, berkata bahwa “Pak, saya kan kemarin sudah beri tahu. Saya kemarin update status di Facebook bahwa saya gak enak badan.”  Harus jawab apa coba? Ini beneran. Ini pengakuan salah satu teman saya yang harus menghadapi salah satu karyawannya yang menganggap status…