Apakah Startup Brand e-commerce Harus Punya Website dan Jualan di Website?

Tadi di #AkademiInstagram ada peserta yang nanya, “Apakah punya website untuk jualan itu wajib?” Saya jawab, “Tentu saja tidak. Yang wajib mah sholat 5 waktu” 😎 Tapi kalau kamu tidak mau membangun dan mengaktivasi website sejak awal. Maka di mana kita akan mengumpulkan data-data feedback setiap transaksi? Ini pertanyaan raksasanya Jadi gini, Sob. Transaksi digital…

IKEA, can we learn something from you?

Tahukah kamu bahwa pertumbuhan penjualan IKEA terjadi sangat masif di kanal e-commerce nya? Yes, it’s true. Di Barkaby, mereka sendiri yang menegaskan tentang hal itu. Bagaimana tidak? Jauh sebelum ledakan e-commerce di dunia, produk-produk IKEA sudah didesain delivery friendly. Kembali ke sejarahnya, memang the late Ingvar Kamprad pada awalnya memang menjual produknya sebagai produk mail…

Sayang, Adab Kita Bernegara Belum Seindah Adab Kita Sholat Berjama’ah

Saat shalat maghrib kemarin, kami –jama’ah yang tidak saling kenal– sepakat mempersilahkan seorang bapak berumur empat puluhan tahun untuk menjadi imam. Dia mengenakan baju yang rapih, terlihat sopan, tenang dan ada sedikit janggut di dagunya. Walau tidak ada jaminan 100%, bahwa pembawaanya ini mencerminkan kemampuannya memimpin menjadi imam. Toh dalam hitungan detik semua jama’ah mundur…

Anakmu Bukanlah Milikmu ~by Kahlil Gibran~

Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra putri Sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau, Mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu. Berikanlah mereka kasih sayangmu, namun jangan sodorkan pemikiranmu, sebab pada mereka ada alam pikirannya sendiri. Patut kau berikan rumah bagi raganya, namun tidak bagi jiwanya, sebab jiwa…

Bisnis itu Kuncinya adalah Bertanya

Barusan di meja makan, ibu saya bilang, “Waktu kamu masih kecil, kamu tuh penakut, cengeng juga … pokoknya susah banget deh diurusnya. Kenapa kamu sekarang beranian jadi pengusaha, ya? Bukannya usaha itu stres mikirin segala sesuatu sendirian, Ben?” Wah, pertanyaan dewa ini. Saya terpaksa jawab dengan ajaran seorang dewa lagi. Dia mentor saya di kala…

Ketika Sila ke-3 Menjadi Taruhannya

Saya dahulu pernah jadi relawan tim kampanye politik di sebuah kota. Dalam ketegangan musim kampanye, pernah suatu kali kami berdebat keras di dalam kantor salah satu DPD partai politik, karena saya mendapati di meja rapat terdapat beberapa skrip kampanye negatif bergeletakan. Siap untuk disebarkan –menyerang istri petahana yang mengajukan diri menjadi calon walikota. Teman-teman parpol…

Business Pivot. Kalau perlu, kenapa harus takut? Part (I)

Kemarin-kemarin saya sempat ingin juga ikut-ikutan posting foto saya sekarang dan sepuluh tahun yang lalu untuk meramaikan 10 Years Challange yang sedang ramai di feed dan timeline. Tapi ternyata kalau dilihat-lihat, dalam kurun waktu sepuluh tahun, gak banyak juga yang berubah selain tambahan rata-rata satu kilogram berat badan dan lima lembar uban per tahun. Ada…

Arrafa untuk Resi Raksasa

‘Mas Yang Terbelakang’ adalah salah satu julukan yang diberikan kepada saya oleh salah seorang guru fisika di masa SMA dulu. Kalimat ini benar-benar bersayap. Memiliki dua arti –yang kalau dipikir-pikir– keduanya ada benarnya. Benar, saya memang duduk di baris paling belakang di kelas. Benar juga, saya sering termangu tidak tahu harus menuliskan apa ketika diminta…

I chose not to leave my friend then, I won’t leave my leader today

Dearest Kang Tisna Sanjaya, Tenang, kang. Saya bisa menegaskan bahwa jawabannya adalah ‘No’. Saya tidak meninggalkan Kang Emil, atau kebalikannya. Lepas dari perbedaan pendapat atau pilihan-pilihan hidup, bagi saya, dia tetap seorang sahabat sekaligus pemimpin. I chose not to leave my friend alone in 2013, and I won’t leave my leader today. Insya Allah. Jadi…

Niat Sederhana Yang Dibayar Cash oleh Yang Maha Mendengar

Hari ini kantor saya kedatangan teman-teman baru yang dikenalkan oleh sahabat lama saya, Helmy. Teman-teman ini, Ari dan Dena, rupanya dosen dan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang seminggu lagi akan berangkat ke Lombok untuk memberikan art therapy pada anak-anak korban gempa di sana. Awalnya, semua sederhana saja. Mereka mengajak Torch untuk memberikan…

“Elu sih enak, punya masa depan. Lah gue gimana?”

Bulu kuduk saya berdiri bersamaan dengan berdirinya belasan anak-anak STM di sekeliling saya. Berdasarkan pengalaman, jika mereka berdiri bersamaan, artinya saya dalam bahaya. Itu saja yang saya mengerti. Entah apa yang ada di kepala saya siang itu. Melintas blok M mall siang hari bersama lima orang teman saya. Padahal harusnya saya tahu bahwa melintas tempat…

To Read is To Listen

Sebulan terakhir ini ada tiga ‘buku’ yang sedang saya coba baca sampai selesai. Yang satu, The Great of Two Umars, adalah sebuah buku fisik karangan seorang penulis dari Bandung, kelahiran Cianjur –lulusan IAIN Sunan Gunung Jati; Kang Fuad Abdurrahman. Dibaca sedikit-sedikit sebelum tidur. Sekarang tinggal sedikit lagi, satu bab terakhir; meninggalnya Khalifah Umar bin Abdul…