IKEA, can we learn something from you?

Tahukah kamu bahwa pertumbuhan penjualan IKEA terjadi sangat masif di kanal e-commerce nya?

Yes, it’s true. Di Barkaby, mereka sendiri yang menegaskan tentang hal itu.

Bagaimana tidak? Jauh sebelum ledakan e-commerce di dunia, produk-produk IKEA sudah didesain delivery friendly.

Kembali ke sejarahnya, memang the late Ingvar Kamprad pada awalnya memang menjual produknya sebagai produk mail order.

Jadi ketika internet kemudian mengubah kebiasaan pembelian manusia dengan memberikan peran lebih pada ‘jari’, IKEA jauh lebih siap dari pemain lain.

Bukan hanya IKEA saja yang tahu tentang hal itu, saya pun sangat tahu potensi raksasa di balik produk-produk yang didesain tidak hanya mempertimbangkan ease of use –tapi juga mempertimbangkan the ease of production and ease of delivery.

After all, itu jantungnya aktivitas di Torch.id sendiri

Jadi waktu pak Gubernur Jawa Barat @ridwankamil dan timnya meminta kami untuk bertemu IKEA di salah satu ruang kantornya di Barkaby Stockholm, alih-alih hanya meminta IKEA memastikan penyerapan tenaga kerja lokal di IKEA store barunya nanti, dan memperbanyak sourcing produknya dari Jawa Barat –kami meminta favor yang lebih jauh lagi.

Kami minta IKEA berbagi ilmu mengenai proses desain mereka yang sangat apik kepada para startup craft dan home furnishing di Jawa Barat.

Pola pikir mereka yang canggih; designing the end at the beginning, menurut saya adalah harta karun yang lebih berharga lagi.

Jika kita mampu menerapkan pola pikir itu menjadi pola pikir dan pola kerja para startup home furnisahing lokal …. wogh…. Bukan hanya sebuah pasar raksasa terbuka bagi mereka –tapi sebuah model bisnis dengan percepatan pertumbuhan ratusan persen per tahun akan bisa mereka kuasai.

Rekan-rekan dari IKEA tentu saja surprise (asli terkaget-kaget), ketika mereka mendengar usul kerja sama ini. Adalah sebuah hal besar yang kita minta dari mereka. Jarang-jarang orang Indonesia minta dikasih kail, bukan ikan. Minta ilmu, bukan proyek… Hehehe..

But hej, buat apa terbang jauh-jauh kalau hanya mau minta yang gampangan, betul?

Karena ada satu hal yang saya pelajari tentang perbaikan hidup; yaitu ‘to achieve better future, we have to pray and demand for the best’.

Well, cerita masih harus bersambung nih. Lots of things to follow up here in Sweden and back in Indonesia. Bismillah. Bantu do’a terbaiknya, ya šŸ™šŸ¼

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.