Membangun Bisnis, Seperti Janin Tumbuh di Rahim Ibunya

Minggu lalu saya terinspirasi tentang cara mengembangkan usaha, gara-gara nonton video tentang pertumbuhan janin di rahim ibunya. *videonya bisa dilihat di sini >> https://www.youtube.com/watch?v=0Vv…

Di antara pikiran mengenai proses biologi yang romantis dan maha dahsyat itu, tiba-tiba saya tersadar kesamaan proses pertumbuhan janin dengan proses yang sedang saya jalani sendiri -proses pertumbuhan bisnis!

Begini, untuk menjadi manusia baru maka ada beberapa beberapa tahap penting yang harus dilalui :

  1. Persatuan gen orang tuanya
  2. Terbentuk wujud awal
  3. Terbentuknya jantung dan sistem peredaran darah, otak dan tulang belakang
  4. Penyempurnaan sistem syaraf, pencernaan dan organ lain
  5. Awal kemampuan mendengar, melihat dan merasakan
  6. Munculnya kemampuan mengingat dan bermimpi

Proses di atas adalah sebuah proses alami yang dirancang oleh Sang Pencipta yang menjadi kerangka baku persiapan sebuah organisme baru. Makanya wajar jika organisasi (bisnis) baru pun (sebaiknya) memiliki proses persiapan yang mirip.

 

  1. Persatuan Gen

Tahukah kenapa manusia membutuhkan sepasang orang tua? Alasannya sederhana: untuk memperkaya gen di dalam diri keturunannya. Makhluk yang berkembang biak dengan metode sexual (kawin) lebih mampu bertahan hidup bandingkan makhluk yang berkembang biak asexual (tanpa kawin), karena selalu menghasilkan turunan yang beragam. Buktinya tumbuhan berbiji (seksual/kawin) seperti mangga, jambu, durian, jeruk, kurma dll –lebih menguasai dunia jika dibandingkan tumbuhan berspora (suplir, paku-pakuan). Turunan yang beragam mampu hidup di dalam kondisi alam yang berbeda-beda.

Dalam bisnis pun sama. Persatuan orang-orang yang memiliki sifat dan background yang berbeda sangatlah penting, agar usaha kita mampu survive dan adaptasi terhadap perubahan kondisi di dunia bisnis. Jika anda miskin, janganlah terpaku membuat bisnis dengan orang miskin lagi. Buatlah tim yang di antaranya diisi oleh orang kaya.

Ingat: (Miskin) + (miskin) + (miskin) tidak menghasilkan (kaya).

This is more likely ==> (Miskin) + (miskin) + (miskin) = (kemiskinan)

Kalau anda pemberani, coba cari crew yang banyak pertimbangan. Biar selain bisa ngebut di tanjakan, bisnis anda juga bisa ngerem di turunan. Begitu kira-kira

 

  1. Terbentuknya wujud awal

Seperti juga wujud awal janin, konsep awal bisnis sangat penting. Tapi selalu ingat, bahwa yang kita buat di depan adalah konsep awal. Tidak pernah ada konsep awal yang sama dengan konsep akhir. Biarkan bisnis kita berevolusi menjadi wujudnya yang canggih, serta mampu bertahan dalam masa dan dunianya. Jangan terlalu kaku dengan konsep awal. Ketika lingkungan berubah, maka konsep bisnis pun harus mampu berubah. Bukankah anjing yang hidup di alaska otomatis menumbuhkan bulu lebih tebal?

Para pembuat konsep yang tergabung dalam departemen R&D dan Merchandising harus mengerti sekali bahwa apapun konsep produk awal yang mereka buat, sebenarnya hanya ‘konsep awal’. Sepanjang perjalanan mereka harus mampu terus berinovasi menyesuaikan produknya untuk konsumen dan lingkungan yang terus berubah. Ingat bahwa departemen pengembangan produk adalah ‘leluhurnya’ departemen marketing dan penjualan. Leluhurnya salah arah, jangan harap turunannya hidup mudah.

 

  1. Terbentuknya jantung dan sistem peredaran darah, otak dan tulang belakang

Sebelum semua organ lain terbentuk, desain Sang Pencipta akan memastikan bahwa ‘motor’ utamanya sudah mulai bekerja. Jantung akan memompa darah yang menjadi bahan bakar pertumbuhan anggota tubuh lain, melalui sistem peredaran darah. The heart is the key.

Di dalam bisnis, padanan organ jantung dan sistem peredaran darah adalah sales marketing department dan saluran distribusi. Yes, guys. Pastikan bisnis kamu punya darah dulu sebelum banyak bermimpi! Seorang janin kecil saja mendahulukan kerja jantungnya sebelum kemampuan inderanya

Jantung tidak banyak gunanya tanpa sistem peredaran darah. Begitu juga perusahaanmu. Pastikan ketika departemen marketing mengeluarkan segala macam ide kreatif untuk mendorong pemasaran, departemen sales juga memastikan produk bisa didistribusi ke banyak tempat. Sehingga produk yang bagus dapat memberi manfaat ke banyak konsumen melalui titik distribusi yang menyebar –lalu ditukar menjadi laba. Laba inilah darah kita.

Begitu pentingnya penjualan dan branding, salah satu mentor saya menyarankan untuk selalu menggabungkan departemen sales dan marketing di wadah satu payung dan satu pimpinan, terutama di awal membangun bisnis. Agar mayoritas program marketing adalah program yang langsung menghasilkan penjualan.

Bersamaan dengan berfungsinya jantung, sebenarnya otak, tulang belakang dan sistem syaraf juga mulai bekerja meregulasi semuanya. Tentu dalam bentuk yang masih sederhana -yang penting cukup untuk mengatur kerja seluruh organ lain yang masih muda.

Jadi penting sekali memiliki sistem dan prosedur yang mengatur proses yang terjadi di dalam organisasi perusahaan. Tentu saja tidak perlu membuat sistem yang terlalu kompleks untuk organisasi yang masih sederhana. Yang penting ada otak, yaitu pemimpinnya.

 

  1. Penyempurnaan sistem syaraf, pencernaan dan organ lain

Ketika organ-organ dengan fungsi utama telah berjalan, baru organ-organ lain tumbuh menyempurnakan fungsinya masing2. Organ-organ ini harus menyempurnakan diri karena tugasnya semakin lama semakin kompleks. Paru-paru yang awalnya ‘beristirahat’ selama di dalam rahim ibu, harus kerja keras mensuplai oksigen satu detik setelah bayi dilahirkan.

Hal ini berlaku pula dalam organisasi perusahaan juga. Semua departemen harus bisa mengimbangi pertumbuhan depertemen lain. Tidak ada pelari sprint dengan kaki kuat yang mampu berlari cepat -tanpa paru-paru yang kuat. Tidak ada penjualan yang hebat jika tim R&D-nya woles. Tidak ada tim R&D yang hebat tanpa bantuan Tim Merchansing & Purchasing yang resourceful dan efisien.

 

  1. Awal kemampuan mendengar, melihat dan merasakan

Rasanya baru satu dekade belakangan dunia medis sadar bahwa interaksi awal orang tua dengan bayi di dalam kandungan ibu ternyata sangat berpengaruh pada kualitas karakter sang anak nantinya.

Walaupun belum sempurna, ternyata sejak masih di dalam kandungan janin sudah dibekali kemampuan mendengar, melihat dan merasakan. Semua yang kita perdengarkan, yang kita makan dan kita pikirkan adalah rangsangan yang akan membentuk persepsi awal janin terhadap dunia. Semacam latihan awal yang sangat menentukan.

Maka segera setelah sebuah bisnis mulai berjalan, maka ‘indera perusahaan’ berupa feedback pemasran, feedback kualitas produk dll harus segera mulai bekerja. Konsep usaha/produk/marketing harus segera di-challenge dengan kenyataan pasar. Input positif ataupun negatif adalah masukan awal bagi produk kita. Ketika ada kesalahan, jangan takut untuk membuat perbaikan atau bahkan revisi dari konsep awal. Bagaimanpun juga, kita kan hanya pembuat konsep usaha –yang membeli sih orang lain. Be helpful to guys who are giving you their money.

 

6.Munculnya kemampuan mengingat dan bermimpi

Percaya atau tidak, janin yang sudah cukup umur sudah mampu mengingat dan bermimpi. Sampai saat ini, ilmuwan hanya bisa menerka apa yang dimimpikan oleh janin. Kemungkinan besar berputar pada rangsangan di sekelilingnya, seperti bunyi air ketuban, detak jantung ibu, dst. Kesimpulannya ketika semua organ tubuh sudah mulai berjalan, bayi siap memproses input menjadi sesuatu yang baru -bermimpi.

Sebuah perusahaan pasti dimulai dengan mimpi, tapi tahap paling pas untuk bermimpi adalah ketika semua sistem dasar sudah siap diajak bermimpi. Ketika penjualan mulai terlihat tumbuh, ketika supply bahan baku sudah stabil, ketika SDM mulai lengkap, dll.

Jadi jangan terperangkap dalam dunia mimpi ketika perusahaan terlalu muda. Mimpinya jadi percuma, sulit direalisasi karena tidak punya sistem dan SDM untuk mewujudkannya. Mimpilah setinggi-tingginya ketika perusahaan sudah mulai punya ‘tenaga’ untuk bermimpi.

Last but not least, coba cek Surat Al Mukminun ayat ke-13: “Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)”. Sesuatu yang masih lemah, seperti janin atau start up company, harus disimpan di dalam tempat yang kokoh agar bisa tumbuh. Cari partner yang kuat. Pendiri perusahaan tidak boleh terlalu nyaman terkurung mengulik urusan teknis saja (produksi, purchasing, marketing, dll). Luangkan waktu untuk bergaul mencari tempat yang kokoh. Ikutlah program-program pengembangan usaha, pitching investor, ikut organisasi pengusaha, dll. Intinya : Lindungi janinmu!

Semoga usahamu barokah, Sob.

============

~ombenben

www.torch.id

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s