Nasihat Ibunda Ridwan Kamil pada anaknya (2013)

Saya terikat sebuah janji pada salah satu pemimpin saya. Dia dahulu meminta saya untuk bisa menepuk-nepuk bahunya sebagai teman, jika ada suatu saat dirinya dirundung susah dalam mengemban jabatannya sebagai walikota.

Saya tidak tahu apakah saat ini dia sedang susah. We haven’t talk for a while. Tapi saya tahu, ada banyak pihak yang sedang menyusahkan pikirannya. Oknum-oknum partai yang rakus sedang memaksakan kepentingan politik dan memaksanya untuk bersaing memperebutkan posisi politik yang lebih tinggi. Padahal saya pribadi sih yakin-seyakin-yakinnya bahwa tidak lain yang dikejar politisi ini hanya kuasa dan uang.

Kang M Ridwan Kamil, saya tidak bisa menepuk-nepu bahu akang saat ini. Tapi saya punya suatu hal yang lebih baik -sebuah memori dari tahun 2013. Tepukan di bahu dan do’a dari orang paling suci untuk akang. Silahkan diresapkan lagi. Semoga bisa menjadi pengingat dan penguat hati.

Bagi teman-teman yang lain yang juga membaca. Semoga jadi pengingat juga. Watawa saubil haq, watawa saubil sabr : Nasehat menasihati dalam kebenaran. Nasehat-menasehati dalam kesabaran.

 

 

================

Ibunda (Ma’ci), 2013 :

“Ridwan Kamil lahir di Bandung, digedekeun di Bandung, Sakola di Bandung, dan berarti harus berbakti pada masyarakat Bandung.”

“Yang penting bersihkan hati, luruskan niat, dan niat itu semata-mata ibadah kepada Allah. Di manapun pada posisi apapun maka semua itu adalah harus merupakan sarana ibadah.”

“Kalau sudah menetapkan suatu niat, lurus niat dan baik, buleudkeun hate, kemudian Tawakal kepada Allah.”

“Walikota sebenarnya bukan suatu udagan atau harus diudag-udag sehingga tikokoroseh, tapi yang harus dicari adalah kemuliaan di sisi Allah. Siapapun kita, pada posisi apapun kita, yang harus kita cari adalah kemuliaan di sisi Allah.”

“Potensi yang ada padanya, ilmu yang ada padanya, apapun yang Allah anugerahkan kepadanya -bisa dibagikan kepada yang lainnya.”

“Emil tetap menjadi anak mamah. Insya Allah Mamah ngawidian, ngaridhoan.”

“Emil dan saya adalah manusia biasa, bisa salah dan lupa. Dan sebaiknya kedah silih geuingkeun, wattawwa shobil haq wattawa shobil sabr. Ulah diantepkeun lamun salah. Kalau baik barangkali didukung. Bukan tidak mungkin ada kesalahan atau kekhilafan, jangan dibiarkan. Supaya tidak berlanjut kesalahan tersebut.”

“Mudah-mudahan ia tetap anak mamah yang terbiasa beribadah. Dan suka sangat berbagi.”

“Semoga seluruh warga Bandung ini akan masuk ke tempat yang benar dan kemudian akan masuk ke lingkungan yang lebih benar lagi.”

“Kalaulah nanti Emil dikersakeun ku Allah menjadi walikota, semoga Allah memberikan kekuatan dari sisi Allah dan menolong untuk bisa melaksanakan tugasnya. Dan ulah ngobral janji. Tapi ngajak ka sararea warga Bandung, ‘Hayu Bandung the urang beresihan! … karena itu adalah kerja bersama’.”

==========
video courtesy of Primus Pandumudita

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s