Elu Bukan Sumber Rejeki Mereka

on

Ketika ngeliat foto-foto anak-anak ini, saya jadi inget kata-kata Haji Ali di pesantrennya. Di Pasir Putih lebih dari 15 tahun yang lalu.

Waktu muda, jaman pengen nikah tapi keberanian masih kurang, saya pernah curhat ke beliau. “Gimana mau nikah, perusahaan yang baru dibuat malah bangkrut. Mau dikasih makan apa anak-anak saya nanti, Pa Haji?”

Ternyata emang beda liga saya sama pak Haji tuh. Dia sih senyum aja sambil benerin pola pikir saya. Katanya, “Elu tuh bukan sumber rejeki mereka. Elu tuh bakal jadi bapaknya. Tapi tetap, elu bukan sumber rejeki mereka.”

“Mereka akan datang ke bumi dengan membawa rejeki mereka masing-masing. Sebagian di antara rezeki mereka akan datang lewat diri lu. Tapi itu rejeki mereka. Bukan rejeki lu. Bukan juga bersumber dari elu.”

“Allah SWT sudah jamin rezeki setiap makhluk-Nya. Tidak akan ada yang terlewat kalau memang sudah garisnya menjadi rezeki mereka. Itu sebabnya dalam suatu keluarga yang dibesarkan oleh bapak dan ibu yang sama, tetap nanti setiap anak punya takdir dan rezeki yang berbeda-beda. Karena jalan yang mereka harus tempuh di dunia memang berbeda-beda. Jangan di sama-samain.”

“Kalau rezeki dan masa depan tiap manusia, tergantung dari kayak apa bapaknya. Nabi Muhammad gak bakalan lahir sebagai yatim dong, Ben. Beliau akan lahir dengan bapak kaya raya dan penyayang, yang masih hidup untuk mempersiapkan dan membesarkan seorang calon Nabi terakhir. Bener enggak?”

Lima belas tahun kemudian saya ngerti juga kira-kira apa maksud Pa Haji Ali. Sering kali anak-anak saya ini dapat guru yang luar biasa, yang bisa mengeluarkan potensi mereka (yang saya sendiri gak bisa). Itu mah rejeki mereka masing-masing aja. Saya sih cuman bisa cari uang untuk sekolah atau kursus, tapi belum tentu juga uang itu bisa ‘membeli’ guru yang bagus, ‘kan? Guru yang baik mah akan ditemukan ketika sudah saatnya harus ‘dipertemukan’. It’s just happen to happened.

Seperti sebuah kebetulan. Padahal, sebuah rencana besar yang tidak kasat nalar.

 


Alfatihah. Semoga Pak Ali diluaskan kuburnya dan ditempatkan di tempat yang tinggi di sisi-Mu, Ya Allah.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s