Hutang yang Jadi Jalan Menuju Kebaikan

on
Tanpa dibilang haram pun sebenarnya seharusnya semua orang membenci perjanjian riba. Pasti lah… Kalau sudah pernah dibelit hutang atau melihat bagaimana mudahnya manusia ‘mulai bertanduk’ karena terbelit hutang, pasti akan mengerti maksud saya.
 
Suatu saat pernah salah satu pegawai saya nyaris kehilangan rumah karena tidak bisa membayar uang yang dia pinjam dari bank untuk membuat counter HP.
 
Alhamdulillah, setelah dibantu cari kiri cari kanan, masih ada orang baik yang mau menolong dia. Mau meminjamkan uang tanpa bunga sama sekali.
 
Menariknya, uang yang dipakai untuk menolong ini adalah tabungan ‘sang penolong’ yang tadinya ditabung untuk membeli rumah. Jadi sebenarnya yang menolong ini justru yang belum punya rumah.
 
Lebih menariknya lagi, sang penolong hanya minta 3 kondisi dari orang yang ditolong:
1. Tolong do’akan agar dia (penolong) dapat segera membeli rumah
2. Yang ditolong harus berhenti merokok
3. Yang ditolong harus menyegerakan shalat
 
Senang sekali saya ketika orang yang ditolong ini pun menyanggupi semua kondisi yang disyaratkan. Hebat, ya? Ini cara kerjanya Sang Maha Kuasa. Bahkan hutang pun bisa menjadi jalan menuju kebaikan.
 
Jujur, kalau saya dulu tidak terlibat langsung dalam kejadian ini, mungkin saya tidak akan percaya bahwa ada orang sebaik ini -di zaman sekeras ini.
 
Tapi kita harus percaya bahwa masih banyak malaikat-malaikat seperti ini di antara kita. Memang mereka tidak mudah dilihat. Karena mereka memiliki perjanjian pada Tuhan-nya untuk melakukannya di luar radar mata kita.
 
Kejadian ‘tumbuhnya tanduk’ di kepala orang berhutang itu adalah sesuatu yang mudah dan cepat. Oleh karena itu jika belum mampu ‘ikhtiar seluruh raga dan tawakal sepenuh hati’, saran saya –jangan dulu berhutang.
 
Berhutang itu baru bisa tenang jika kita sadar bahwa pada hakikatnya: ‘yang meminjamkan adalah Allah’ dan ‘yang membayar pun adalah Allah’. Tidak membayar artinya mengingkari janji pada Allah dan ketika sulit membayar artinya kurang meminta pada Allah.
 
Wallahu ‘alam bishawab.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s